Menurut Buku Manajemen Islami dalam Organisasi Modern. Islam memandang tanggung jawab moral dan sosial dalam mengelola kehidupan. Konsep khalifah ini memberikan dasar teologis bagi kehidupan dalam organisasi.
Islam juga memandang organisasi sebagai komunitas yang berlandaskan ikatan iman, bukan hanya hubungan kerja formal. dengan memiliki rasa semangat, anggota organisai saling mendukung, menolong, dan bekerja sama secara ikhlas. Hal ini menciptakan suasana kerja yang penuh solidaritas sehingga konflik dapat diminimalisasi. Islam juga menumbuhkan kepedulian sosial yang lebih tinggi. Oleh karena itu suasana organisasi islami lebih hangat dan harmonis dibanding organisasi konvensional Islam. Dalam perspektif islam, organisasi tidak hanya dipandang sebagai wadah kerja sama manusia untuk mencapai tujuan duniawi, tetapi juga sebagai sarana ibadah. Setiap aktivitas organisasi, baik itu produksi, pelayanan, maupun administrasi, dapat bernilai ibadah apabila dilandasi niat yang benar. Hal ini, berbeda dengan pandangan sekuler yang memisahkan aktivitas kerja dengan dimensi spiritual. Islam memandang bahwa tujuan organisasi harus selalu diarahkan kepada pencapaian keridhaan Allah SWT. Oleh sebab itu, tujuan organisasi islami memiliki dimensi transendental.
Tujuan utama organisasi islam adalah mencapai falah, yaitu kesejahteraan dunia dan kebahagiaan akhirat, Falah bukan hanya bermakna kesejahteraan materi, tetapi juga meliputi ketentraman jiwa, kelestarian lingkungan dan keadilan sosial. Dengan orientasi ini, organisasi islami tidak boleh hanya mengejar keuntungan jangka pendek. Sebaliknya, ia harus memastikan bahwa setiap kebijakan membawa manfaat bagi pihak. Maka, falah menjadi orientasi strategis yang membedakan organisasi islami dengan organisasi konvensional.
Organisasi islami juga bertujuan untuk menegakkan nilai ukhuwah atau persaudaraan. Islam mengajarkan bahwa umat adalah satu kesatuan yang harus saling menolong. Oleh karena itu, organisasi islami harus menciptakan suasana kebersamaan dan solidaritas. Dengan adanya tujuan organisasi islami juga mencakup pencapaian keberkahan berarti bertambahnya kebaikan yang membawa manfaat dalam jangka panjang. Organisasi yang diberkahi Allah tidak hanya sukses secara materi, tetapi juga memberi manfaat bagi banyak orang. Keberkahan ini hanya dapat diraih jika organisasi dikelola dengan prinsip islami. Dengan orientasi keberkahan organisasi lebih tahan terhadap krisis. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan sejati bukan hanya keuntungan finansial, tetapi juga ridha Allah SWT.
Dengan tujuan organisasi berhubungan dengan ibadah maka setiap aktivitas kerja dipandang sebagai bagian dari ibadah jika dilakukan dengan niat yang benar. Oleh sebab itu, organisasi islami harus mendorong anggotanya untuk bekerja dengan semangat ibadah. Dengan cara ini, produktivitas kerja tidak hanya memberi keuntungan duniawi, tetapi juga mendapatkan pahala. Orientasi ibadah menjadikan kerja lebih bermakna dan mendalam. Sehingga setiap individu merasa memiliki kontribusi spiritual dalam pekerjaannya.
Menurut dari e-buku Seni Ber-Komunikasi Yuk Giat Membaca. Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, ide, dan perasaan, antara individu atau kelompok. Proses ini melibatkan pengirim, pesan, saluran, penerima, dan umpan balik. Dalam konteks yang lebih luas, komunikasi tidak hanya terbatas pada kata-kata yang diucapkan atau ditulis, tetapi juga mencakup isyarat non-verbal, seperti ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan nada suara. Dengan demikian, komunikasi dapat dianggap sebagai seni yang kompleks, dimana setiap elemen berkontribusi pada pemahaman dan interaksi yang efektif.
Pentingnya komunikasi tidak dapat diremehkan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita berkomunikasi untuk berbagai tujuan, mulai dari menyampaikan informasi sederhana hingga membangun hubungan yang mendalam. Dalam dunia profesional, komunikasi yang efektif menjadi kunci untuk mencapai tujuan organisasi, memotivasi tim dan menciptakan lingkungan kerja yang harmonis. Oleh karena itu, memahami konsep dasar komunikasi adalah langkah awal yang penting untuk meningkatkan keterampilan komunikasi kamu dalam organisasi ataupun dalam pertemanan.
Untuk memahami komunikasi secara mendalam, penting untuk mengenali elemen-elemen utama yang terlibat dalam proses ini. seperti : Pengirim, pesan, saluran, penerima, umpan balik, dan konteks. Begitupula dengan jenis-jenis komunikasi kenapa sih kita harus mengetahui mengenai jenis-jenis komunikasi ini agar dapat memahami dan mengembangkan keterampilan komunikasi yang efektif. Setiap elemen dan jenis komunikasi memiliki peran penting dalam menciptakan interaksi yang bermakna dan produktif. Dan tentunya membutuhkan keterampilan mendengarkan, bahasa tubuh, dan teknik-teknik komunikasi lainnya yang akan membantu anda menjadi komunikator yang lebih baik. Jenis-jenis komunikasi dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan cara dan konteks penyampaiannya yaitu :
1. Komunikasi Verbal : ini adalaah bentuk komunikasi yang melibatkan penggunaan kata-kata, baik secara lisan maupun tulisan. Komunikasi verbal dapat terhadi dalam bentuk percakapan, presentasi atau tulisan seperti email dan laporan. Kejelasan dalam penggunaan bahasa dan pemilihan kata yang tepat sangat penting dalam komunikasi verbal.
2. Komunikasi Non-Vebral : komunikasi non-verbal mencakup semua bentuk komunikasi yang tidak meliatkan kata-kata. ini termasuk ekspresi wajah, gerakan tubuh, kontak mata, dan nada suara. Komunikasi non-verbal sering kali dapatkan menyampaikan lebih banyak makna daripada kata-kata itu sendiri, sehingga penting untuk memperhatikan non-verbal dalam interaksi.
3. Komunikasi Tertulis : Bentuk komunikasi ini melibatkan penyampaian informasi melalui tulisan. Ini mencakup email, laporan, artikel, dan dokumen lainnya. Komunikasi tertulis memungkinkan pengirim untuk menyusun pesan dengan lebih hati-hati dan memberikan penerima kesempatan untuk merenungkan informasi yang disampaikan.
4. Komunikasi Lisan : komunikasi lisan adalah bentuk komunikasi yang dilakukan secara langsung, seperti percakapan tatap muka atau telepon. Dalam komunikasi lisan, intonasi dan nada suara dapat mempengaruhi makna pesan yang disampaikan.
5. Komunikasi Formal dan Informal : Komunikasi formal terjadi dalam konteks resmi, seperti rapat, presentasi, atau dokumen resmi. Sementara itu, komunikasi informal terjadi dalam situasi santai, seperti percakapan sehari-hari dengan teman atau rekan kerja. Kedua jenis komunikasi ini memiliki peran penting dalam membangun hubungan dan menyampaikan informasi.
Dari penjelasan diatas bisa dipahami bahwa jenis-jenis komunikasi juga amat sangat diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari. Kebanyakan orang tidak mendengarkan dengan niat memahami, mereka mendengarkan dengan niat untuk membalas.
Dalam kehidupan modern, komunikasi memegang peranan penting dalam membangun hubungan antarmanusia, baik dalam lingkungan pertemanan maupun organisasi. Islam hadir dengan nilai-nilai yang tidak hanya mengatur aspek spiritual, tetapi juga memberikan pedoman moral dan sosial dalam berinteraksi. Melalui konsep khalifah, islam mengajarkan bahwa manusia bertanggung jawab menjaga keadilan, harmoni dan kemaslahatan dalam segala bentuk hubungan sosial. Karena itu, komunikasi islam bukan sekadar proses penyampaian pesan, melainkan menjadi bagian dari ibadah yang bertujuan meraih keridhaan Allah SWT. Dalam pandangan islam organisasi bukan hanya wadah kerja sama untuk mencapai tujuan duniawi, tetapi juga komunitas yang dibangun atas dasar iman. Semangat ukhuwah, saling menolong, dan bekerja sama secara ikhlas menjadi pondasi utama. Nilai-nilai ini menciptakan suasana kerja yang harmonis, minim konflik dan penuh solidaritas. Tujuan organisasi islami pun tidak hanya mengejar keuntungan materi semata, tetapi berorientasi pada falah kesejahteraan dunia dan kebahagiaan akhirat. Keberkahan menjadi tujuan penting, dimana setiap aktivitas bernilai ibadah selama dilandasi niat yang benar. Dalam perspektif islam komunikasi tidak hanya soal teknik, melainkan juga adab dan akhlak. Islam menekankan pentingnya berkata jujur (shidq), lembut (qaulan layyinan), bijaksana (qaulan ma'rufan), dan menghindari ghibah, fitnah serta prasangka buruk. Dengan demikian, komunikasi islami membentuk budaya interaksi yang penuh penghormatan dan ketulusan.
Nilai komunikasi islami sangat relevan dalam hubungan pertemanan. Teman merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia, sebab manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan dukungan emosional, kedekatan dan rasa aman. Dalam islam, persahabatan ideal bukan hanya hubungan antar individu, melainkan ikatan spiritual yang melibatkan Allah sebagai pengikat utama. Persahabatan yang dibangun karena Allah melahirkan ketulusan. Ikatan ini membuat seseorang lebih matang secara emosional, lebih sabar, dan lebih mampu bercermin melalui karakter sahabat-sahabatnya. Mengapa saya ingin mengkaitkan komunikasi islami dalam pertemanan dan organisasi agar menjadi sebuah refleksi untuk dengan maksud mencapai keberhasilan dalam hal apapun.
Cara membuat seseorang nyaman dalam suatu organisasi ialah, kita harus bersikap ramah, terbuka, dan tidak menerapkan pemikiran negatif. Dalam organisasi untuk membuat seseorang nyaman kita harus berfikir positif kepada karakter individual seseorang. Apabila seseorang dalam organisasi malu dan enggan bertanya, kita harus merangkul, dan memberi kesempatan. Bersikaplah seperti teman, bukan seperti atasan atau senior.
Dan Bagaimana teman dikaitkan dengan organisasi dengan menggunakan pendekatan islami!. Menurut kamu teman itu apa sih maknanya dan apa manfaatnya bagi kamu dalam menjalani kehidupan? yaap banyak yang berpendapat bahwa teman bisa kita sebut sebagai kawan atau bisa juga sahabat tetapi kalau sahabat berbeda makna kalau sahabat itu terletak pada tingkat kedekatan, kepercayaan, dan dukungan. Teman adalah orang yang dikenal secara umum untuk interaksi sosial biasa, sementara sahabat adalah orang yang memiliki ikatan emosional lebih dalam, saling percaya, dan memberikan dukungan emosional yang kuat di saat suka maupun duka.
Menjalin ikatan persahabatan merupakan aktivitas yang fitriyyah bagi kita, karena manusia memang ditakdirkan Allah menghuni bumi ini sebagai makhluk sosial. Dari aktivitas tersebut, kita bisa belajar mengenai kehidupan lebih banyak lagi. Lewatnya, kita bisa bercermin. Melalui cermin persahabatan, kita bisa melihat perbedaan-perbedaan sifat atau karakter manusia dan pola kehidupannya. Dari sini, diharapkan kedewasaan dan kesabaran kita menjadi tertanam secara kokoh.
Untuk mencapai makom persahabatan hakiki, islam jauh-jauh hari telah memberi petunjuk untuk mencapai persahabatan hakiki itu. Yakni persahabatan yang dibalut dengan sibghah Allah. Tepatnya, bersahabat dalam pancaran Nur Islam ini, ternyata tidak hanya berupa jalinan dua orang insan yang seiman dan seakidah (ibarat satu tubuh). Tetapi juga otomatis dan tidak bisa tidak, dalam bahasa KH. Abdullah Gymnastiar adalah mesti ada "Pihak Ketiga" yang ikut mengikatkan diri serta kian memperteguh ikatan diantara keduanya, yaitu Allah Dzat Yang Maha memiliki rasa kasih dan sayang. Singkatnya, persahabatan dalam islam memang akan selalu melibatkan keberadaan Allah di tengah-tengah kita.
Menurut buku yang berjudul " MERAJUT CINTA ALLAH (6 Langkah membangkitkan pola pikir sukses dan solutif hidup anda)" ada beberapa ruang ringkup jalinan persahabatan yang perlu dirajut dan di bina oleh manusia untuk mencapai predikat bahwa silaturrahim itu menjalin persahabatan hakiki.
1. Menjalin Persahabatan dengan Allah SWT.
Persahabatan pertama dan utama yang mesti dijalin oleh setiap manusia adalah persahabatan dengan Allah SWT. Sang pemilik dan pengatur persahabatan setiap makhlukNya. Dampaknya, bila Allah telah nyata-nyata melibatkan diri didalamnya, maka konsekuensinya tidak hanya persahabatan itu menjadi indah dan nikmat melebihi saudara sedarah. Tapi, lebih dari itu, Allah akan selalu siap menurunkan pertolongan-Nya tatkala kesulitan menghadang atau setiap waktu kita memintanya.
Jaminan hal tersebut, terungkap dalam QS. Al Baqarah : 186. yang artinya, "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (Jawablah) bahwa Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)- Ku agar mereka selalau berada dalam kebenaran. Terungkap jelas bahwa untuk menjalin persahabtan manusia dengan Allah itu, maka syaratnya tidak lain adalah beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Lagipula saling mencintai (persahabatan) karena Allah termasuk ibadah yang paling utama, dan ia adalah buah dari akhlak yang baik.
Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya yang terdekat dariku diantara kamu duduknya adalah yang terbaik akhlaknya di antara kamu dan merendahkan diri, yang mencintai dan dicintai." dari sabda Rasulullah SAW mengingatkan kita bahwa dalam setiap jiwa baik berteman, bersahabat ataupun berkomunikasi dengan sesama manusia menjadikan kita tetap untuk merendahkan diri. Kenapa karna kalau kita memiliki sifat yang gampang emosional pasti kita tidak bisa berkomunikasi dengan baik dan akhlak kita ternilai sebagai akhlak yang kurang baik di depan lawan bicara atau sesama manusia ataupun hubungan dengan Allah SWT karna cara kita berkomunikasi dengan Allah Swt itu pastinya dengan cara kita berdoa, dari doa itu kita bisa berkomunikasi dengan Allah agar apa? agar bisa memiliki kestabilan atau keseimbangan dalam menjalani kehidupan InsyaaALLAH
2. Menjalin Persahabatan dengan Pribadinya Sendiri
Berawal dari mantapnya jalinan persahabatan dengan Allah, maka langkah selanjutnya adalah menjalin persahabatan dengan pribadinya sendiri, sebelum bentuk persahabatan dengan lainnya. Bagaimana caranya? Bersahabat dengan pribadinya sendiri berarti memenuhi dan memahami setiap fitrah diri sebagai manusia yang sesuai dengan ketentuan-Nya. Yakni sebagai khalifah di muka bumi ini. Lagi pula, dalam pandangan islam, setiap pribadi (manusia), lebih dahulu harus memperhatikan serta meneliti atas kejadian diri pribadi sendiri. Misalnya, dari apa dia dijadikan dan apa tujuan serta kemana ia akan kembali terdapat di (QS. 86 : 5-7).
Berawal dari pengenalan (persahabatan) dengan diri sendiri ini, tentu sudah seharusnya tiap pribadi itu mampu memformulasikan persahabatan lainnya yang sesuai ridha-Nya. Sehingga melalui kesuksessan membangun persahabatan ini, akan mengantarkan kepada kesuksessan persahabatan lainnya di dunia.
Dalam hal ini, Asy-Syafi'i ra. memberi tuntunan bahwa tidak seorang muslim pun yang taat kepada Allah tanpa mendurhakai - Nya. Maka barangsiapa yang ketaatannya lebih menonjol daripada maksiatnya, ia pun adil. Artinya, bila orang ini adil dalam hak Allah SWT, maka dalam hakmu ia lebih utama baginya. Maka jadilah engkau termasuk orang uang menampakkan kebagusan dan menutupi keburukan, karena Allah SWT disifatkan demikian dalam doa "Ya Tuhan yang menampakkan kebagusan dan menutupi keburukan".
Pendeknya yang diridhai di sisi Allah adalah orang yang berakhlak dengan akhlaknya-Nya dan Dialah yang menutupi kejelekkan dan mengampuni dosa-dosa manusia itu. Dalam konteks ini, iman seseorang tidak sempurna hingga ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya.
Hal itu berarti, pada tataran jalinan persahabatan dengan siapa dan dalam bentuk apapun, tentu harus terlebih dahulu membangun terhadap kecintaan pada dirinya sendiri sesuai harapan-Nya. Baru kemudian kemuliaan akhlak dan iman diri manusia itu, dijalinkan kepada persahabatan terhadap pihak lainnya.
3. Menjalin Persahabatan dengan Sesama Manusia
Persahabatan dengan sesama manusia ini merupakan aktualisasi dan penjabaran dari buah bentuk persahabatan sebelumnya. Aktivitas persahabatan yang ketiga ini, akan menentukan catatan-catatan amaliah di dunia. Apakah baik-buruk, bahagia-sedih, sukses gagal, dan sejenisnya. Untuk itu, tidak setiap orang dijadikan sahabat kita. Nabi Saw bersabda, "Manusia itu mengikuti kebiasaan temannya, maka hendaklah seseorang dari kamu melihat siapa yang akan dijadikan temannya". Dalam hal ini, Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya' Ulu-muddin menyebutkan haruslah dipertimbangkan sejumlah perkara. Yakni, ia harus seorang yang berakal. Berakhlak baik, tidak berambisi atas keduniaan. Adapun akal, ia adalah modal.
Oleh karena itu, kata Al Ghazali bahwa memutus hubungan dengan orang adalah pendekatan dengan Allah, Begitu pula orang fasik tidak ada faedahnya bisa berteman denganya, karena siapa yang takut Allah, ia pun tidak terus menerus melakukan dosa besar, dan siapa yang tidak takut kepada Allah, maka ia pun suka mengganggu orang lain.
Dalam hal ini, Allah berfirman yang artinya : " Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah kami lalaikan dari mengingat kami serta menuruti hawa nafsunya". (QS. Al Kahfi : 28). Walau demikian, sesungguhnya setiap mukmin terdapat sifat, cita-cita dan akidah. Maka seharusnya secara otomatis persahabatan akan tercipta sebagai akibat dari suatu karakter.
Pada akhirnya, baik pertemanan maupun organisasi sama-sama membutuhkan komunikasi yang beradab dan penuh kesadaran. Dalam organisasi, komunikasi islami membuat lingkungan kerja lebih hangat, terbuka dan jauh dari konflik. Dalam pertemanan, komunikasi islami menjaga hubungan tetap tulus dan saling menguatkan. Dari semua ini, saya belajar bahwa komunikasi islami adalah bekal penting dalam menjalani kehidupan modern. Bukan hanya untuk berinteraksi, tetapi juga untuk memperbaiki diri dan semakin dekat kepada Allah. Setiap orang dapat mengatur dan merencanakan dirinya, menuju tujuan awal manusia diciptakan ke dunia. Yakni agar sesuai dengan ketentuan-Nya.
Secara demikian, sudah seharusnya tiap pribadi itu mampu memformulasikan akan potensi dirinya. Dan setiap pribadi pada dasarnya mampu untuk menjadi sukses dan sebagai solusi bagi kehidupan dirinya dan lingkungan di mana dia berada.
Daftar Pustaka :
https://www.google.co.id/books/edition/Meraih_bening_hati_dengan_manajemen_qolb/ZMs9AT3OOzoC?hl=en&gbpv=1&dq=manajemen+qolbu&pg=PR9&printsec=frontcover
https://www.google.co.id/books/edition/Persahabatan_Hakiki/ktNWEAAAQBAJ?hl=en&gbpv=1&dq=berteman+dan+bersahabat+dalam+berorganisasi&pg=PA44&printsec=frontcover
https://www.google.co.id/books/edition/KOMUNIKASI_DALAM_ORGANISASI/2tMrEQAAQBAJ?hl=en&gbpv=1&dq=komunikasi+dalam+berorganisasi&pg=PA81&printsec=frontcover
https://www.google.co.id/books/edition/Manajemen_Islami_dalam_Organisasi_Modern/g9qMEQAAQBAJ?hl=en&gbpv=1&dq=islam+dalam+berorganisasi&pg=PA37&printsec=frontcover
https://www.google.co.id/books/edition/MERAJUT_CINTA_ALLAH/8nFdDwAAQBAJ?
https://fcep.uii.ac.id/blog/pertemanan-dalam-islam/
https://daaruttauhiid.sch.id/adab-berteman-menurut-islam/
https://www.google.co.id/books/edition/Persahabatan_Hakiki/ktNWEAAAQBAJ?hl=en&gbpv=1&dq=berteman+dan+bersahabat+dalam+berorganisasi&pg=PA44&printsec=frontcover
https://www.google.co.id/books/edition/Seni_Berkomunikasi/J-47EQAAQBAJ?hl=en&gbpv=1&dq=komunikasi+memiliki+peran+penting&pg=PA7&printsec=frontcover